Selasa, 02 Oktober 2012

ANATOMI TUMBUHAN AKAR, STRUKTUR UMUM, AKAR PRIMER, AKAR SEKUNDER


MAKALAH KELOMPOK
ANATOMI TUMBUHAN
AKAR, STRUKTUR UMUM, AKAR PRIMER, AKAR SEKUNDER



                              Nama kelompok          :
1.     Paksi Renaldi (11320045)
2.     Vien Novita (11320053)
3.     Evi Lusiana Angraeni P (11320065)



FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO
TAHUN 2012

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr.Wb.
Puji syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT, karena atas semua limpahan rahmat-Nya, penulis mampu menyelesaikan makalah yang berjudul “Akar, Struktur Umum, akar primer dan akar sekunder”.
Dalam menyelesaikan karya tulis ini tidak sedikit rintangan yang kami hadapi. Untuk itu, penulis mengucapkan terimakasih kepada dosen mata kuliah ANATOMI TUMBUHAN  Yakni ibu Maulina N.M.Si yang memberikan panduan sehingga mempermudah dalam menyusun tugas ini. Selain itu, kepada teman-teman yang selalu memberikan motivasi kepada penulis sehingga tugas kelompok ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya.
Penulis berharap, karya tulis ini dapat bermanfaat bagi semua orang yang membacanya. Kami juga sepenuhnya menyadari bahwa karya tulis ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun sangat penulis harapkan.
Wassalamualaikum Wr.Wb.

Metro, September 2012
     
            Penyusun





DAFTAR ISI



Halaman

Halaman Judul
Kata pengantar.........................................................................................................             i
Daftar Isi   ....................................................................................................... ....... ii

BAB I. PENDAHULUAN

A.    LatarBelakang.......................................................................................... 1
B.     Tujuan makalah.................................................................................        1

BAB. II PEMBAHASAN
A.    Akar, Struktur Umum.................................................................................             2
B.     Akar Primer.............................................................................................. 3
C.     Akar sekunder....................................................................................       5


BAB III. PENUTUP

A.    Kesimpulan.................................................................................................. 8

B.     Saran............................................................................................................ 8

DAFTAR PUSTAKA



 
BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Semua tumbuhan berpembuluh (vaskular) mempunyai akar, karena akar merupakan bagian bawah dari sumbu tanaman yang biasanya berkembang dibawah permukaan tanah, tidak berklorofil dan mempunyai bulu akar yang uniseluler. Meskipun ada juga akar yang berkembang diluar tanah bergantung dari fungsi akar tersebut (Savitri, 2009).
Akar pertama pada tumbuhan berbiji berkembang dari meristem apeks diujung akar embrio dalam biji yang berkecambah. Pada Gymnospermae dan dikotil, akar tersebut berkembang dan membesar menjadi akar tunggang. Sedangkan pada monokotil, akar primer tidak bertahan lama dalam kehidupan tanaman dan segera mengering (Tjitrosomo, 1983). 
Akar merupakan bagian bawah dari sumbu tanaman dan biasanya berkembang di bawah permukaan tanah, meskipun ada pula akar yang tumbuh di luar tanah. Akar pertama pada tumbuhan berbiji berkembang dari meristem apeks di ujung akar embrio dalam biji yang berkecambah. Akar embrio juga dinamakan radikula.
Pada gymnospermae dan dikotil, akar tersebut berkembang dan membesar menjadi akar primer dengan cabang yang berukuran yang lebih kecil. Sistem akar seperti itu disebut akar tunggang, Pada monokotil, akar primer tidak lama bertahan dalam kehidupan tanaman dan segera mongering. Dari dekat pangkalnya atau di dekatnya akan muncul akar baru yang di sebut akar tambahan atau akar adventif. Keseluruhan akar adventif seperti itu dinamakan susunan akar serabut.
Peristiwa utama pada awal pembentukkan akar adalah penyusun meristem apeksnya. Saat biji berkecambah, promeristem di ujung akar embrio membentuk akar primer. Sementara akar primer tumbuh, meristem apeks memperoleh bentuk tertentu.


B.     Tujuan
Berikut merupakan tujuan dari pembuatan makalah ini :
1.      Mengetahui Struktur umum akar, akar primer, dan akar sekunder.
2.      Mengetahui perbedaan antara akar primer dan akar sekunder


BAB II
PEMBAHASAN

A.      Akar
Struktur dan Fungsi Akar Pada Tumbuhan
Akar adalah bagian dari tumbuhan yang ada di dalam tanah atau substrat.:
Struktur Morfologi
1.      Batang akar
2.      Rambut akar, untuk memperluas daerah penyerapan air dan mineral
3.      Ujung akar, sebagai daerah meristematik yang sel-selnya selalu aktif membelah
4.       Kaliptra / Tudung akar, sebagai pelindung dari ujung akar dari kerusakan mekanis ketika menembus tanah
Struktur Anatomi
1.         Dari lapisan luar ke dalam
2.         Jaringan Epidermis, terdiri dari sel selapis, tipis, rapat, dan mudah dilalui air
3.         Jaringan Korteks, terdiri dari sel beberapa lapis, berdinding tipis, berfungsi sebagai penyimpan cadangan makanan
4.         Jaringan Endodermis, terdiri dari sel selapis, tebal, sulit dilalui air (selektif
5.         Stele, terdiri dari xylem dan floem

Fungsi akar :
1.         Menyerap air dan garam-garam mineral
2.         Memperkokoh tegaknya tanaman
3.         Alat respirasi
4.         Penyimpan cadangan makanan
5.         Alat perkembangbiakan vegetatif
6.         Mengangkut air dan zat-zat makanan yang sudah diserap ke tempat-tempat pada tubuh tumbuhan yang memerlukan.




B.       Akar Primer
Akar primer adalah akar yang terus tumbuh membesar dan memanjang, akar ini akan menjadi akar pokok yang menopang. Akar primer sering juga disebut dengan akar tunggang dan akar lembaga.
Akar dalam tumbuhan memiliki fungsi dasar, diantaranya:
1.    Merambatkan tunbuhan dalam tanah
2.    Menyerap air dan mineral dari tanah
3.    Menyalurkan bahan-bahan
4.    Organ penyimpan makanan cadangan
Struktur akar primer
Struktur dan perkembangan akar dalam banyak hal mirip dengan pertumbuhan pada batang. Jika pada batang ada pertumbuhan primer dan sekunder begitupun dengan akar. Pertumbuhan primer pada akar dikotil menyebabkan akar tersebut tumbuh memanjang masuk kedalam tanah. Sedangkan pertumbuhan sekunder pada akar dikotil terdapat cambium yang menyebabkan pembesaran diameter.
Pertumbuhan primer pada akar tergantung pada akar bagian ujung dimana bagian itu dikelilingi oleh sel yang berbentuk tudung dan dinamakan tudung akar.
Pada waktu akar menembus partikel-partikel yang ada didalam tanah. Ujung akar dilindungi oleh tudung akar terhadap kerusakan mekanis. Pada kebanyakan tumbuhan dikotil, baik epidermis akar maupun tudung akar berasal dari lapisan paling luar sel-sel meristem ujung.
Pada jaringan muda tumbuhan dikotil perkembangan akar melibatkan perkembangan sel-sel yang khusus dan tidak terdiferensiasi menjadi sel-sel matang serta sel-sel khusus yang memainkan berbagai peranan dalam kegiatan-kegiatan akar. Ada 3 daerah utama yang berperan penting pada daerah pematangan, yaitu : silinder pembuluh, korteks, dan epidermis. Ditengah-tengah akar terdapat silinder pembuluh yang dibangun oleh jaringan pembuluh bersama-sama parenkim. Sel-sel xylem yang berdinding tebal berfungsi menyalurkan air dan mineral. Sedangkan sel-sel floem berfungsi menyalurkan bahan makanan. Sel-sel xylem primer pada tumbuhan dikotil membentuk jejari yang berpusat ditengah-tengah dan berjumlah 2-4. Sedangkan sel-sel floem primer berserakan dalam kelompok diantara jejaring tadi. Pada kebanyakan dikotil, sel-sel yang tepat ditengahnya akan berkembang menjadi xylem.
Bagian – bagian Akar Primer
a.       Tudung Akar
Tudung akar terdapat di ujung akar dan melindungi promeristem akar serta membantu penembusan tanah oleh akar, terdiri atas sel hidup yang sering mengandung pati. Tudung akar berkembang terus menerus. Sel paling luar mati, terpisah dari yang lain dan hancur, lalu digantikan oleh sel baru yang dibentuk oleh pemula.
b.      Epidermis
Sel epidermis akar berdinding tipis dan biasanya tanpa kutikula. Namun, kadang-kadang dinding sel paling luar berkutikula. Ciri khas akar adalah adanya rambut akar yang teradaptasi untuk menyerap airdan garam tanah. Rambut akar adalah sel epidermis yang memanjang ke luar, tegak lurus permukaan akar, dan berbentuk tabung.
c.       Korteks akar
Pada umunya korteks terdiri dari sel parenkim. Pada sejumlah besar monokotil yang tidak melepaskan korteksnya semasa akar masih hidup, banyak sklerenkim dibentuk. Sel korteks biasanya besar dan bervakuola besar. Plastid didalamnya menghimpun pati. Lapisan paling dalam berkembang menjadi endodermis dan satu atau beberapa lapisan korteks paling luar dapat berkembang menjadi eksodermis.
d.      Eksodermis
Pada sejumlah besar tumbuhan, dinding sel pada lapisan sel terluar korteks akan membentuk gabus, sehingga terjadi jaringan pelindung baru, yakni eksodermis yang akan menggantikan epidermis. Struktur dan sifat sitokimiawi sel eksodermis mirip sel endodermis. Dinding primer dilapisi oleh suberin dan lapisan itu dilapisi lagi oleh selulosa. Lignin juga dapat ditemukan. Sel eksodermis mengandung protoplas hidup ketika dewasa.
e.       Endodermis
Di daerah akar yang digunakan untuk penyerapan, dinding sel endodermis mengandung selapis suberin di dinding antiklinalnya, yakni pada dinding radial dan melintang. Rampingnya lapisan itu menyebabkannya diberi nama pita, dan dibubuhi nama caspary. Pita tersebut merupakan kesatuan antara lamella tengah dan dinding primer, tempat suberin dan lignin tersimpan. Jika sel terplasmolisis, maka protoplas melepaskan diri dari dinding, namun tetap melekat pada pitacaspary.
f.       Silinder Pembuluh
Silinder pembuluh terdiri dari jaringan pembuluh dengan satu atau beberapa lapisan sel di sebelah luarnya, yaitu perisikel. Jika bagian tengah tidak ditempati jaringan pembuluh, maka bagian itu diisi oleh parenkim empulur di bagian dalam, perisikel langsung berbatasan dengan protofloem dan protoxilem. Perisikel dapat mempertahankan sifat meristematiknya di dalamnya terbentuk akar lateral, felogen, dan sebagian dari cambium pembuluh.

C. AKAR SEKUNDER

Akar sekunder adalah akar yang tumbuh dari akar lain, atau bisa disebut akar cabang. Pertumbuhan sekunder bersifat khas bagi akar-akar tumbuhan dikotil. Pertumbuhan sekunder dijumpai di khas pada akar Gymnospermae dan Dicotyledoneae. Akar Monocotyledoneae biasanya tidak mengalami pertumbuhan sekunder.
Struktur akar sekunder
Apabila pertumbuhan sekunder dimulai, pertama timbul cambium di dalam parenkim diantara jejaring xylem primer dan didalam floem primer. Cambium akan membentuk xylem sekunder dan floem sekunder keluar. Kemudian, cambium itu diperluas secara lateral karena diferensiasi inisial cambium didalam perisikel sekeliling ujung jejaring xylem dan juga mulai membentuk tenunan sekunder. Kemudian cambium membentuk daerah melingkar didalamnya terdapat xylem sekunder yang secara menyeluruh menyelubungi xylem primer. Floem primer dan endodermis biasanya hancur karena tekanan tenunan yang tumbuh didalamnya.
Pada awalnya, kambium pembuluh berbentuk pita yang jumlahnya tergantung tipe akar. Pada akar diark terdapat dua pita, pada akar triark terdapat akar tiga pita, dan seterusnya. Sel perisiklus yang terdapat di luar daerah xilem juga menjadi aktif seperti kambium. Selanjutnya, kambium melengkapi lingkaran dengan xilem sebagai pusatnya. Penampang melintang kambium pada perkembangan awal berbentuk oval, pada akar diark, segi tiga pada akar triark, dan pada akar poliark membentuk segi banyak. Kambium berbatasan dengan permukaan dalam floem yang berfungsi membentuk xilem sekunder ke arah dalam dan fleom sekunder ke arah luar. Kambium menghasilkan xilem dan floem dengan membelah perinkin dan antiklin sehingga lingkaran akar bertambah besar.
Pembentukan periderm mengikuti pertumbuhan pembuluh sekunder. Sel perisiklus terus membelah secara perinkin dan antiklin. Pembelahan perinklin menyebabkan peningkatan jumlah lapisan perisiklus. Peningkatan ketebalan jaringan pembuluh dan perisiklus menekan korteks ke arah luar sehingga korteks menjadi pecah. Felogen di luar perisiklus akan membentuk felem ke arah luar dan feloderm ke arah dalam. Pada akar tumbuhan menahun (perennial), keaktifan kambium pembuluh dan felogen terus terjadi sepanjang tahun. Perkembangan akar, seperti halnya pada batang, juga akan membentuk ritidom. Pada tumbuhan Dikotil menerna, misalnya pada Medicago sativa, xilem sekunder terdiri atas pembuluh dengan penebalan dinding menganak tangga dan memata jala. Pembuluh ini juga mengandung serabut dan sel parenkim. Floem berisi pembuluh dengan sel pengiring, serabut, dan sel parenklim. Floem di bagian luar hanya berisi serabut dan parenkim; pembuluh yang tua akan rusak. Floem akan menyatu dengan parenkim di dalam periderm kecuali apabila terrdapat serabut. Gabus merupakan turunan felogen yang berfungsi sebagai jaringan pelindung. Pertumbuhan sekunder pada berbagai tumbuhan Dikotil menerna berbeda.
Pada akar tumbuhan berkayu, jaringan pembuluh biasanya mempunyai banyak sel dengan dinding sekunder yang mengandung lignin. Akar Gymnospermae mempunyai tipe tumbuhan sekunder yang sama dengan akar tumbuhan Dicotyledoneae. Namun, terdapat perbedaan histologi antara akar dan batang. Pada akar, takaran unsur dengan dinding sekunder berlignin lebih kecil dibandingkan pada kayu dan kulit kayu, tetapi proporsi jaringan parenkim lebih besar. Penelitian pada kayu Plantanus menunjukkan bahwa kayu dan akar secara filogenetik lebih primitif daripada batang.



Bagian-bagian Akar Sekunder
  1. Pembentukan jaringan pembuluh sekunder oleh kambium
Awal mula perkembangan kambium pembuluh adalah dengan pembelahan sel prokambium di antara floem primer dan xilem primer yang belum terdiferensiasi. Kambium berupa silinder dengan tepi luar yang bergelombang ini mempunyai aktivitas yang berbeda; di bagian dalam floem, cambium menghasilkan xylem lebih cepat dibandingkan dengan di tempat lain. Di tempat tersebut, cambium lebih cepat terdorong ke luar dan akhirnya diperoleh silinder yang bertepi rata. Kambium akan membentuk sel xylem kea rah dalam dan sel floem ke arah luar, namun pada umumnya frekuensi pembentukan xylem lebih besar dibandingkan dengan sel floem Hal itulah yang menyebabakan xylem sekunder lebih tebal dari pada floem sekunder.
  1. Pembentukan periderm oleh felogen.
Pembentukan periderm mengikuti aktivitas kambium pembuluh dan biasanya mulai dibentuk pertama kali dalam perisikel.Pada tumbuhan perenial, keaktifan cambium akar akan diiringi keaktifan peridem dalam waktu yang lama. Periderm yang telah dibentuk tidak akan bertahan lama karena volume dari sel baru yang ada disebelah dalam makin besar, dan akhirnya periderm baru dibentuk dibawahnya. Hal itu dapat belangsung berulang kali hinggadi peroleh ritidom.














BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN
1.      Struktur umum anatomi akar dari luar ke dalam adalah epidermis, korteks, endodermis dan stele (xylem,floem).
o   Akar primer adalah akar yang terus tumbuh membesar dan memanjang, akar ini akan menjadi akar pokok yang menopang. Akar primer sering juga disebut dengan akar tunggang dan akar lembaga.
o   Akar sekunder adalah akar yang tumbuh dari akar lain, atau akar cabang. Pertumbuhan sekunder dijumpai di khas pada akar Gymnospermae dan Dicotyledoneae.
2.      Perbedaan akar primer dan akar sekunder
Pertumbuhan primer pada akar dikotil menyebabkan akar tersebut tumbuh memanjang masuk kedalam tanah. Sedangkan pertumbuhan sekunder pada akar dikotil terdapat cambium yang menyebabkan pembesaran diameter.

B. SARAN
Dalam makalah yang kami buat terdapat pengertian akar primer dan akar sekunder, dengan struktur umumnya serta dapat dilihat perbedaan akar primer dan sekunder tersebut. Tapi kami mohon maaf apabila terdapat kekurangan informasi dalam makalah ini, karena topik yang dibahas hanya seputar itu yang sesuai judul makalah. Dan penulis juga bersedia apabila ada yang menambahkan informasi tentang akar beserta strukturnya.





DAFTAR PUSTAKA
http://dieena.wordpress.com/2012/05/28/struktur-perkembangan-tumbuhan-ii-4/

http://struktur-primer-dan-sekunder-akar.html

http://nanang-yuliyanto-Akar-Tanaman.htm

http://akar-1.html

Tjitrosomo, Siti Sutarmi., (1983), Botani Umum 2, Bandung: penerbit ANGKASA
Bandung
Nugroho, L. Hartanto dkk,(2010), Struktur & Perkembangan Tumbuhan, Jakarta:
Penebar Swadaya
Estiti,B Hidayat, (1995), Anatomi Tumbuhan Berbiji, Bandung: Penerbit ITB
Bandung